2nd Ed. Oxford: Oxford University Press

DWQA QuestionsCategory: Questions2nd Ed. Oxford: Oxford University Press
Isaac Canty asked 2 weeks ago

Desa gay (juga dikenal sebagai wilayah gay, tempat gay, ghetto gay, distrik gay, gay mecca atau gayborhood) adalah sebuah wilayah geografi dengan perbatasan yang disahkan pada umumnya, di mana sejumlah besar orang lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) tinggal atau datang. Desa gay biasanya berisi sejumlah tempat yang berorientasi gay, seperti bar gay dan pub, klub malam, rumah permandian, restoran, butik dan toko buku. Beberapa dari desa gay yang terkenal adalah Soho di London, Church and Wellesley di Toronto, Chelsea di New York, Castro di San Francisco, Schöneberg di Berlin, Jalan Kanal di Manchester dan Le Marais di Paris. Di Amerika Utara juga ada yakni West Hollywood di Wilayah Los Angeles, Gayborhood di Philadelphia, Lingkar Dupont di Washington D.C., Boystown di Chicago, Desa Le di Montreal, Montrose di Houston, fisting Hillcrest di San Diego, wilayah St Leo di San Jose. Di kota Rio de Janeiro 19.3% dari populasi laki-laki diperkirakan adalah gay atau biseksual. Di antarapopulasi perempuan di Manaus, 10.2% diperkirakan adalah lesbian atau biseksual. Kota AS dengan populasi gay tertinggi adalah New York dengan sekitar 272,493 penduduk gay. Cante, Richard C. (March 2008). Gay Men and the Forms of Contemporary US Culture. Castells, Manuel 1983. The City and the Grassroots: A Cross-Cultural Theory of Urban Social Movements. Berkeley, Los Angeles: University of California Press. D’Emilio, John 1992. Making Trouble: Essays on Gay History, Politics, and the University. New York, London: Routledge. Escoffier, Jeffrey 1998. American Homo: Community and Perversity. Berkeley, Los Angeles, London: University of California Press. Florida, Richard 2002. The Rise of the Creative Class: And How It’s Transforming Work, Leisure, Community and Everyday Life. New York: Perseus Books Group. Forest, Benjamin (1995). “West Hollywood as Symbol: The Significance of Place in the Construction of a Gay Identity”. Environment and Planning D: fisting Society and Space. 13 (2): 133-157. doi:10.1068/d130133. Kenney, Moira Rachel 1998. “Remember, Stonewall was a Riot: Understanding Gay and Lesbian Experience in the City” Chapter 5, pp. 120-132 in: Leoni Sandercock (ed) Making the Invisible Visible. Berkeley, Los Angeles, London: University of California Press. Lauria, Mickey; Knopp, Lawrence (1985). “Toward an Analysis of the Role of Gay Communities in the Urban Renaissance”. Levine, Martin P. 1979. “Gay Ghetto” pp. 182-204 in: Martin Levine (ed) Gay Men: The Sociology of Male Homosexuality. New York, Hagerstown, San Francisco, London: Harper & Row. Ray, Brian and Damaris Rose 2000. “Cities of the Everyday: Socio-Spatial Perspectives on Gender, Difference, and Diversity” pp. 507-512 in: Trudi Bunting and Pierre Filion (eds). Canadian Cities in Transition: The Twenty-First Century. 2nd ed. Oxford: Oxford University Press. Wikimedia Commons memiliki media mengenai Gay villages. Teks tersedia di bawah Lisensi Atribusi-BerbagiSerupa Creative Commons; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk rincian lebih lanjut.

Join LIMARC

Ham Radio University