Zona Spesifik Berhubungan dengan Respons Seksual

DWQA QuestionsCategory: QuestionsZona Spesifik Berhubungan dengan Respons Seksual
Blake Hollick asked 2 weeks ago

erupto - I RAPED GOD - FlickrZona erotis atau zona erogen (dari bahasa Yunani ἔρως, érōs “cinta”; dan bahasa Inggris -genous “menghasilkan”, yang diserap dari bahasa Yunani -γενής, -genḗs “lahir”) adalah area tubuh manusia yang memiliki sensitivitas tinggi, stimulasi pada zona ini dapat menghasilkan respon seksual, seperti relaksasi, fantasi seksual, gairah seksual dan orgasme. Zona erotis terletak di seluruh tubuh manusia, tetapi sensitivitasnya bervariasi pada masing-masing individu, dan tergantung pada konsentrasi ujung saraf yang dapat memberikan sensasi yang menyenangkan ketika dirangsang. Menyentuh zona sensitif seksual orang lain dianggap sebagai tindakan keintiman fisik. Apakah seseorang menganggap rangsangan di area ini menyenangkan atau tidak menyenangkan tergantung pada berbagai faktor, termasuk tingkat gairah mereka, keadaan saat rangsangan terjadi, konteks budaya, sifat hubungan antara pasangan, dan preferensi pribadi. Zona erotis dapat diklasifikasikan berdasarkan jenis respons seksual yang dihasilkannya. Banyak orang terangsang dengan lembut ketika kelopak mata, alis, pelipis, bahu, tangan, lengan, dan rambut mereka disentuh dengan lembut. Menyentuh atau membelai zona ini dengan lembut akan merangsang pasangan selama foreplay dan meningkatkan gairah seksual. Selain itu, pijatan lembut atau usapan pada area perut bersamaan dengan ciuman atau sekadar menyentuh pusar juga bisa menjadi rangsangan seksual. Zona spesifik berhubungan dengan respons seksual, termasuk bibir dan puting selain area alat kelamin, terutama kulup dan korona glans penis, klitoris dan bagian vulva lain, serta kulit perianal. Rete ridges epitel di bagian ini terbentuk dengan baik dan lebih banyak saraf yang dekat dengan permukaan luar kulit daripada di kulit yang berambut normal. Zona ini memiliki kepadatan persarafan yang tinggi, dan biasanya memiliki efisiensi penyembuhan luka serta kapasitas untuk menyebabkan rangsangan serebral secara luas. Di zona ini, kulitnya mirip dengan kulit berambut normal dan memiliki kepadatan saraf dan folikel rambut yang normal. Area-area ini termasuk bagian tepi dan belakang leher, lengan bagian dalam, aksila (ketiak) dan sisi dada. Kegelian dan respons antisipatif mungkin menyebabkan respons sensual yang meningkat di area ini. Laki-laki dapat terangsang dengan rangsangan pada sisi glans penis dan penis, sisi atas kepala penis, kulup, sisi depan skrotum, kulit antara skrotum dan perineum anus, dan area di sekitar anus. Kelenjar prostat dapat dirangsang dari dalam rektum, misalnya dengan seks anal, atau dengan memberikan tekanan pada dasar perineum didekat anus. Pria yang melaporkan sensasi stimulasi prostat sering memberikan deskripsi yang mirip dengan penjelasan wanita tentang stimulasi G-spot. Cold dan Taylor menyatakan pada tahun 1999 bahwa kulup adalah jaringan sensitif seksual primer. Alanis dan Lucidi pada tahun 2004 menyatakan bahwa klaim ini spekulatif dan tidak terbukti. Bagian vulva, terutama klitoris, merupakan zona sensitif seksual. Meskipun vagina tidak terlalu sensitif secara keseluruhan, tetapi sepertiga bagian bawahnya (area dekat lubang masuk) memiliki konsentrasi ujung saraf yang dapat memberikan sensasi menyenangkan selama aktivitas seksual saat dirangsang. Bagian ini juga disebut dinding depan vagina atau sepertiga bagian luar vagina, dan mengandung banyak ujung saraf vagina, sehingga lebih sensitif terhadap sentuhan daripada dua pertiga bagian dalam liang vagina. Di dalam dinding anterior vagina, terdapat sepetak jaringan kasar bergaris-garis yang memiliki tekstur mirip langit-langit mulut (atap mulut) atau kulit raspberry, bagian ini mungkin terasa kenyal ketika seorang wanita terangsang secara seksual. Daerah ini adalah spons uretra, yang mungkin juga merupakan lokasi yang menurut beberapa wanita adalah zona sensitif seksual yang disebut G-spot. Ketika bagian ini dirangsang, dapat menyebabkan gairah seksual, orgasme, atau ejakulasi perempuan. Keberadaan G-spot dan klasifikasinya sebagai organ tersendiri masih diperdebatkan oleh para peneliti, karena laporan lokasinya bervariasi dari wanita ke wanita. Beberapa wanita tampaknya tidak memiliki G-spot, dan para ilmuwan umumnya percaya bahwa G-spot adalah perpanjangan dari klitoris. Winkelmann RK (1959). “The erogenous zones: their nerve supply and significance”. Schober, J.; Weil, Z.; Pfaff, D. (2011). “How generalized CNS arousal strengthens sexual arousal (and vice versa)”. Schobor JM, Meyer-Bahlburg HF, Dolezal C (2009). “Self-ratings of genital anatomy, sexual sensitivity and function in men using the ‘Self-Assessment of Genital Anatomy and Sexual Function, Male’ questionnaire”. Rosenthal, Martha (2012). Human Sexuality: From Cells to Society. Barry R. Komisaruk; Beverly Whipple; Sara Nasserzadeh; Carlos Beyer-Flores (2009). The Orgasm Answer Guide. Ladas, Alice Kahn; Whipple, Beverly; Perry, John D. (1982). The G Spot: And Other Recent Discoveries about Human Sexuality. Holt, Rinehart & Winston. Cold CJ, Taylor JR (1999). “The prepuce”. BJU Int. 83 Supp 1: 34-44. doi:10.1046/j.1464-410x.1999.0830s1034.x. Alanis MC, Lucidi RS (2004). “Neonatal circumcision: a review of the world’s oldest and most controversial operation”. O’Connell HE, Sanjeevan KV, Hutson JM (October 2005). “Anatomy of the clitoris”. The Journal of Urology. Wayne Weiten; Dana S. Dunn; Elizabeth Yost Hammer (2011). Psychology Applied to Modern Life: Adjustment in the 21st Century. Marshall Cavendish Corporation (2009). Sex and Society, Volume 2. Marshall Cavendish Corporation. Jerrold S. Greenberg, Clint E. Bruess, Sara B. Oswalt (2014). Exploring the Dimensions of Human Sexuality. Jones & Bartlett Learning. Vern L. Bullough, Bonnie Bullough (2014). Human Sexuality: An Encyclopedia. Rosenthal, Martha (2012). Human Sexuality: From Cells to Society. Richard Balon, Robert Taylor Segraves (2009). Clinical Manual of Sexual Disorders. American Psychiatric Pub. hlm. See page 98 for the 2009 King’s College London’s findings on the G-spot and page 145 for ultrasound/physiological material with regard to the G-spot. Ashton Acton (2012). Issues in Sexuality and Sexual Behavior Research: 2011 Edition. Kilchevsky A, Vardi Y, Lowenstein L, Gruenwald I. (January 2012). “Is the Female G-Spot Truly a Distinct Anatomic Entity?”. The Journal of Sexual Medicine. Lihat entri zona erotis di kamus bebas Wiktionary. Winkelmann, RK. (1959). “Erogenous zones: their nerve supply and significance”. Teks tersedia di bawah Lisensi Atribusi-BerbagiSerupa Creative Commons; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk rincian lebih lanjut.

Join LIMARC

Ham Radio University